Skip to main content

Featured

Perawatan Wajah untuk Mencegah Munculnya Keriput

Penulis : Riga Fasya Dwi Jamaludin Perawatan Wajah untuk Mencegah Munculnya Keriput Foto Ilustrasi wanita mencegah keriput (Sumber: Freepik) Siapa sih! Yang tidak ingin punya wajah awet muda dan bebas keriput? Seiring bertambahnya usia, kulit memang mengalami perubahan alami. Memiliki wajah yang awet muda tentu menjadi dambaan banyak orang, terutama kaum wanita. Namun, seiring bertambahnya usia, keriput atau garis-garis halus dapat muncul pada area wajah. Hal ini sebenarnya wajar, karena kulit akan kehilangan elastisitasnya dan menghasilkan lebih sedikit kolagen (serat yang memberi kekuatan pada kulit) seiring pertambahan usia. Selain itu, gen juga diketahui berperan besar terhadap munculnya keriput, segingga beberapa orang lebih rentan memiliki garis-garis halus tersebut daripada yang lain. Contohnya, Wanita Kaukasia jauh lebih mungkin untuk mengalami tanda-tanda penuaan lebih cepat, dibandingkan Wanita Afrika, Asia Timur, atau Latina. Walaupun tidak bisa dihindari sepenuhnya, ...

REKOMENDASI 3 PERPUSTAKAAN YANG WAJIB DIKUNJUNGI

Penulis : Riga Fasya Dwi Jamaludin

Di era digital saat ini, perpustakaan masih menjadi tempat andalan buat cari literasi dan pengetahuan yang lengkap. Dindonesia, ada beberapa perpustakaan keren yang tidak hanya punya koleksi lengkap, tapi juga fasilitas modern dan nyaman, bikin pengujung betah belajar sekaligus menikmati waktu dengan belajar dan berekreasi edukatif.

Kalau kamu lagi cari tempat asyik buat belajar atau sekedar jalan-jalan sambil nambah wawasan, tiga perpustakaan ini wajib banget dikunjungi: Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Perpustakaan Juyuf Kalla di Depok, dan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki di Jakarta. Maisng-masing punya daya Tarik dan fasilitas yang bikin pengalaman baca kamu makin seru.

Perpustakaan Nasional RI

Sumber Foto : Jakarta Smart City

Perpustakaan Nasional RI adalah salah satu perpustakaan terbesar di Asia Tenggara dan menjadi pusat literasi nasional. Terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Bangunan Perpusnas yang menjulang hingga 27 lantai ini tidak hanya menjadi perpustakaan tertinggi di dunia, tetapi juga menjadi rumah bagi lebih dari empat juta koleksi, mulai dari buku, manuskrip kuno, peta, hingga publikasi elektronik.

Selain itu, Koleksi bukunya mencapai lebih dari 8 juta eksemplar yang mencakup berbagai bidang ilmu, dari sejarah, ilmu sosial, hingga teknologi. Perpustakaan ini dilengkapi dengan ruang baca yang nyaman, layanan digital, katalog online. Keunggulan lainnya adalah adanya lantai khusus naskah kuno dan literatur langka, yang memungkinkan pengunjung mengenal sejarah literasi Indonesia lebih dalam.

Fasilitas di Perpusnas sangat modern, termasuk ruang baca dengan pemandangan Kota Jakarta, Wi-Fi gratis, ruang multimedia, dan area khusus anak-anak serta difabel. Pengunjung juga dapat mengakses berbagai referensi ilmiah dan koleksi digitas secara gratis. Selain itu, Perpusnas sering mengadakan pameran, diskusi buku, dan seminar yang memperkaya pengalaman literasi pengunjung, Bagi pelajar, mahasiswa, peneliti. atau siapa saja yang ingin memperdalam pengetahuan, Perpusnas menjadi tempat ideal untuk belajar sekaligus menginspirasi.

Tak hanya sebagai tempat membaca, Perpusnas juga kerap menjadi tempat penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan kegiatan budaya lainnya. Kombinasi antara koleksi lengkap, arsiktektur megah, dan layanan ramah pengunjung menjadikan Perpusnas sebagai tujuan utama bagi para pecinta literasi.

Perpustakaan Jusuf Kalla

Sumber: Detik.com

Beranjak ke Depok, terdapat Perpustakaan Jusuf Kalla merupakan perpustakaan modern dengan gedung 8 lantai yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan literasi dan akademik civitas kampus serta masyarakat umum. Terletak di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang terletak di Cimanggis, Depok, Bukanya dari Senin sampai Jumat dari jam 09.00-21.00 WIB. Masuk ke perpustakaan ini cukup membayar Rp 10 ribu

Kawasannya yang lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, perpustakaan ini menawarkan suasana yang nyaman dan homey. Perpustakaan Jusuf Kalla dikenal dengan desain interior yang hangat dan akses terbuka bagi berbagai kalangan, terutama pelajar, mahasiswa dan anak-anak.

Fasilitas yang disediakan Perpustakaan Jusuf Kalla juga lengkap, ada personel computer (PC), serta free Wi-Fi, area bermain anak hingga area makan. Selain itu, ada juga beberapa spot coworking space, bisa buat nugas dan working from anywhere (WFA) seharian karena banyak charger area ditiap spot. Kamar mandi banyak dan besih hingga mushala yang berada di lantai 6. Koleksi bukunya memang tidak sebesar Perpusnas, namun sangat terkurasi dan relevan untuk kebutuhan pembelajaran, literasi dasar, dan pengembangan diri.

Perpustakaan Taman Ismail Marzuki

Sumber Foto : Ria Tumimomor

Sementara itu, di Kawasan seni dan budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta berdiri sebuah perpustakaan modern yang menjadi magnet bagi pencinta seni dan literatur, yaitu Perpustakaan TIM. Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah perpustakaan umum yang berada dalam kompleks Pusat Kesenian Jakarta di lantai 4 gedung utama TIM, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No.73, Menteng, Jakarta Pusat. Kompleks ini juga merupakan pusat seni dan budaya yang terdiri dari teater, galeri seni, ruang pameran, dan sanggar seni. Perpustakaan Taman Ismail Marzuki buka dari pukul 09.00 – 17.00 WIB. Apabila hari libur nasional dan cuti bersama, Perpustakaan tutup.

Perpustakaan TIM Jakarta telah beroperasi sejak didirikan pada tahun 1984 dan terus berfungsi sebagai Lembaga pendidikan dan kebudayaan yang penting di Jakarta. Perpustakaan bertujuan untuk memfasilitasi akses informasi dan sumber daya budaya bagi warga Jakarta.

Setelah mengalami renovasi besar dalam proyek revitalisasi TIM, perpustakaan ini kini tampil dengan wajah baru yang modern, terbuka, dan nyaman. Desain arsitektur yang futuristic dikombinasikan dengan konsep ruang terbuka menjadikan suasana membaca sangat menyenangkan dan menenangkan. Koleksi buku di perpustakaan TIM sangat variative dengan penekanan pada sani, sastra, dan kebudayaan.

Perpustakaan Taman Ismail Marzuki mempunyai 100.000 koleksi buku yang bisa dibaca langsung dan dipinjam. Untuk menikmati fasilitas layanan bukunya, pengunjung perlu mendaftar keanggotaan digital Perpustakaan Taman Ismail Marzuki. Dengan menjadi anggota perpustakaan pengunjung bisa mengakses layanan perpustakaan seperti, dapat melakukan peminjaman buku, menggunakan fasilitas ruang dan bilik dan mengoperasikan computer yang tersedia.

Ada pula ruang diskusi, ruang multimedia, dan fasilitas digital seperti peminjaman mandiri dan koneksi internet cepat. Perpustakaan ini cocok bagi pelajar, mahasiswa, seniman, hingga masyarakat umum yang ingin mencari inspirasi ditengah lingkungan yang kreatif. Perpustakaan juga menyelenggarakan program pendidikan, seminar, lokakarya, dan pameran seni untuk meningkatkan minat baca dan apresiasi budaya masyarakat. Keberadaannya yang berdampingan dengan galeri seni, teater, dan bioskop menjadikan perpustakaan ini unik karena menyatukan dunia literasi dengan dunia seni.

Di era digital yang serba cepat, perpustakaan di Indonesia tetap memegang peran penting sebagai pusat literasi dan pendidikan yang relevan dan menarik. Tiga perpustakaan unggulan seperti Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Jusuf Kalla, dan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki menghadirkan fasilitas modern, koleksi buku yang terkurasi, serta suasana nyaman yang mendukung pembelajaran dan ekplorasi pangetahuan.

Masing-masing memiliki daya tarik unik: Perpustakaan Nasional RI hadir sebagai pusat pengetahuan berskala nasional dan internasional, Perpustkaan Jusuf Kalla menonjolkan nuansa komunitas yang akrab dan membumi, sementara Perpustakaan Taman Ismail Marzukimenjadi penghubung antara dunia literasi dan kreativitas seni.

Ketiganya menunjukkan bahwa perpustakaan kini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, edukasi dan rekreasi intelektual. Dengan fasilitas digital, ruang diskusi, hingga kegiatan literasi dan seni, Perpustakaan-perpustakaan ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, dari pelajar hingga seniman. Kita tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga turut mendukung dan membangun gerakan literasi nasional agar tetap relevan di tengah arus digitalisasi.

 

 



Comments