Featured
- Get link
- X
- Other Apps
REKOMENDASI 3 PERPUSTAKAAN YANG WAJIB DIKUNJUNGI
Penulis : Riga Fasya Dwi Jamaludin
Di era digital saat ini,
perpustakaan masih menjadi tempat andalan buat cari literasi dan pengetahuan
yang lengkap. Dindonesia, ada beberapa perpustakaan keren yang tidak hanya
punya koleksi lengkap, tapi juga fasilitas modern dan nyaman, bikin pengujung
betah belajar sekaligus menikmati waktu dengan belajar dan berekreasi edukatif.
Kalau kamu lagi cari tempat asyik
buat belajar atau sekedar jalan-jalan sambil nambah wawasan, tiga perpustakaan
ini wajib banget dikunjungi: Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Perpustakaan
Juyuf Kalla di Depok, dan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki di Jakarta.
Maisng-masing punya daya Tarik dan fasilitas yang bikin pengalaman baca kamu makin
seru.
Perpustakaan Nasional RI
| Sumber Foto : Jakarta Smart City |
Perpustakaan Nasional RI adalah
salah satu perpustakaan terbesar di Asia Tenggara dan menjadi pusat literasi
nasional. Terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Bangunan
Perpusnas yang menjulang hingga 27 lantai ini tidak hanya menjadi perpustakaan
tertinggi di dunia, tetapi juga menjadi rumah bagi lebih dari empat juta
koleksi, mulai dari buku, manuskrip kuno, peta, hingga publikasi elektronik.
Selain itu, Koleksi bukunya
mencapai lebih dari 8 juta eksemplar yang mencakup berbagai bidang ilmu, dari
sejarah, ilmu sosial, hingga teknologi. Perpustakaan ini dilengkapi dengan
ruang baca yang nyaman, layanan digital, katalog online. Keunggulan lainnya
adalah adanya lantai khusus naskah kuno dan literatur langka, yang memungkinkan
pengunjung mengenal sejarah literasi Indonesia lebih dalam.
Fasilitas di Perpusnas sangat
modern, termasuk ruang baca dengan pemandangan Kota Jakarta, Wi-Fi gratis,
ruang multimedia, dan area khusus anak-anak serta difabel. Pengunjung juga
dapat mengakses berbagai referensi ilmiah dan koleksi digitas secara gratis.
Selain itu, Perpusnas sering mengadakan pameran, diskusi buku, dan seminar yang
memperkaya pengalaman literasi pengunjung, Bagi pelajar, mahasiswa, peneliti.
atau siapa saja yang ingin memperdalam pengetahuan, Perpusnas menjadi tempat
ideal untuk belajar sekaligus menginspirasi.
Tak hanya sebagai tempat membaca,
Perpusnas juga kerap menjadi tempat penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan
kegiatan budaya lainnya. Kombinasi antara koleksi lengkap, arsiktektur megah,
dan layanan ramah pengunjung menjadikan Perpusnas sebagai tujuan utama bagi
para pecinta literasi.
Perpustakaan Jusuf Kalla
![]() |
Sumber: Detik.com |
Beranjak ke Depok, terdapat
Perpustakaan Jusuf Kalla merupakan perpustakaan modern dengan gedung 8 lantai
yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan literasi dan akademik civitas kampus
serta masyarakat umum. Terletak di Universitas Islam Internasional
Indonesia (UIII) yang terletak di Cimanggis, Depok, Bukanya dari Senin sampai
Jumat dari jam 09.00-21.00 WIB. Masuk ke perpustakaan ini cukup membayar Rp 10
ribu
Kawasannya yang lebih tenang dan
jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, perpustakaan ini menawarkan suasana yang
nyaman dan homey. Perpustakaan Jusuf Kalla dikenal dengan desain interior yang
hangat dan akses terbuka bagi berbagai kalangan, terutama pelajar, mahasiswa
dan anak-anak.
Fasilitas yang disediakan
Perpustakaan Jusuf Kalla juga lengkap, ada personel computer (PC), serta free
Wi-Fi, area bermain anak hingga area makan. Selain itu, ada juga beberapa spot
coworking space, bisa buat nugas dan working from anywhere (WFA) seharian
karena banyak charger area ditiap spot. Kamar mandi banyak dan besih hingga
mushala yang berada di lantai 6. Koleksi bukunya memang tidak sebesar
Perpusnas, namun sangat terkurasi dan relevan untuk kebutuhan pembelajaran,
literasi dasar, dan pengembangan diri.
Perpustakaan Taman Ismail Marzuki
![]() |
| Sumber Foto : Ria Tumimomor |
Sementara itu, di Kawasan seni dan
budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta berdiri sebuah perpustakaan modern yang
menjadi magnet bagi pencinta seni dan literatur, yaitu Perpustakaan TIM. Perpustakaan
Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah perpustakaan umum yang berada dalam kompleks
Pusat Kesenian Jakarta di lantai 4 gedung utama TIM, Taman Ismail Marzuki, Jl.
Cikini Raya No.73, Menteng, Jakarta Pusat. Kompleks ini juga merupakan pusat
seni dan budaya yang terdiri dari teater, galeri seni, ruang pameran, dan
sanggar seni. Perpustakaan Taman Ismail Marzuki buka dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.
Apabila hari libur nasional dan cuti bersama, Perpustakaan tutup.
Perpustakaan TIM Jakarta telah
beroperasi sejak didirikan pada tahun 1984 dan terus berfungsi sebagai Lembaga pendidikan
dan kebudayaan yang penting di Jakarta. Perpustakaan bertujuan untuk memfasilitasi
akses informasi dan sumber daya budaya bagi warga Jakarta.
Setelah mengalami renovasi besar
dalam proyek revitalisasi TIM, perpustakaan ini kini tampil dengan wajah baru
yang modern, terbuka, dan nyaman. Desain arsitektur yang futuristic
dikombinasikan dengan konsep ruang terbuka menjadikan suasana membaca sangat
menyenangkan dan menenangkan. Koleksi buku di perpustakaan TIM sangat variative
dengan penekanan pada sani, sastra, dan kebudayaan.
Perpustakaan Taman Ismail Marzuki
mempunyai 100.000 koleksi buku yang bisa dibaca langsung dan dipinjam. Untuk
menikmati fasilitas layanan bukunya, pengunjung perlu mendaftar keanggotaan
digital Perpustakaan Taman Ismail Marzuki. Dengan menjadi anggota perpustakaan
pengunjung bisa mengakses layanan perpustakaan seperti, dapat melakukan peminjaman
buku, menggunakan fasilitas ruang dan bilik dan mengoperasikan computer yang
tersedia.
Ada pula ruang diskusi, ruang
multimedia, dan fasilitas digital seperti peminjaman mandiri dan koneksi
internet cepat. Perpustakaan ini cocok bagi pelajar, mahasiswa, seniman, hingga
masyarakat umum yang ingin mencari inspirasi ditengah lingkungan yang kreatif. Perpustakaan
juga menyelenggarakan program pendidikan, seminar, lokakarya, dan pameran seni
untuk meningkatkan minat baca dan apresiasi budaya masyarakat. Keberadaannya
yang berdampingan dengan galeri seni, teater, dan bioskop menjadikan
perpustakaan ini unik karena menyatukan dunia literasi dengan dunia seni.
Di era digital yang serba cepat,
perpustakaan di Indonesia tetap memegang peran penting sebagai pusat literasi
dan pendidikan yang relevan dan menarik. Tiga perpustakaan unggulan seperti
Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Jusuf Kalla, dan Perpustakaan Taman
Ismail Marzuki menghadirkan fasilitas modern, koleksi buku yang terkurasi,
serta suasana nyaman yang mendukung pembelajaran dan ekplorasi pangetahuan.
Masing-masing memiliki daya tarik unik:
Perpustakaan Nasional RI hadir sebagai pusat pengetahuan berskala nasional dan
internasional, Perpustkaan Jusuf Kalla menonjolkan nuansa komunitas yang akrab
dan membumi, sementara Perpustakaan Taman Ismail Marzukimenjadi penghubung antara
dunia literasi dan kreativitas seni.
Ketiganya menunjukkan bahwa perpustakaan
kini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi, edukasi dan
rekreasi intelektual. Dengan fasilitas digital, ruang diskusi, hingga kegiatan
literasi dan seni, Perpustakaan-perpustakaan ini berhasil menarik perhatian
berbagai kalangan, dari pelajar hingga seniman. Kita tidak hanya memperkaya
wawasan, tetapi juga turut mendukung dan membangun gerakan literasi nasional agar
tetap relevan di tengah arus digitalisasi.

.jpeg)
Comments
Post a Comment