Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Mengenal Slow Living, Gaya Hidup Anti Burnout
Penulis: RAP
Saat ini, kayanya manusia itu dituntut untuk serba cepat. Sehingga, nggak sedikit orang yang merasa tertekan karena tuntutan produktivitas. Jadwal padat, ekspektasi tinggi, dan nggak punya waktu luang buat diri sendiri, bisa membuat menurunnya kesehatan mental seseorang. Karena hal tersebut, sebagian masyarakat udah mulai beralih buat mengubah gaya hidupnya menjadi Slow Living. Tapi, masih banyak juga yang belum mengenali apa itu slow living. Nah, buat kamu yang masih asing sama istilah ini, yuk, kita kenalan sama gaya hidup yang satu ini!
Apa itu Slow Living?
Slow living adalah pola pikir di mana gaya hidupmu dijalankan dengan sadar dan bermakna. Sejalan dengan apa yang kamu hargai di dalam hidup. Pada slow living, alih-alih kamu melakukan sesuatu dengan cepat, kamu memilih melakukannya dengan kecepatan yang lambat tapi tepat. Kamu biasa melakukannya dengan sedikit demi sedikit, memprioritaskan hal - hal penting dengan waktu yang tepat.
Negara yang menjadi pelopor slow living ini adalah Italia, dari tahun 1980-an. Pada saat itu, mulai banyak munculnya makanan cepat saji, seperti ‘McDonald's’. Terjadinya pembukaan ‘McDonald's’ di Roma, membuat terbentuknya sekelompok aktivis Slow Food. Sebuah gerakan yang membela tradisi makanan daerah. Gerakan ini mengusung proses pembuatan makanan yang berkualitas dengan mempertahankan tradisi dan mendukung kesejahteraan petani.
Dari sanalah gaya hidup slow living ini berkembang. Seiring waktu, konsep ini berkembang menjadi gaya hidup yang lebih luas, mencakup berbagai aspek seperti pekerjaan, konsumsi, hubungan sosial, hingga keseharian. Meskipun masih sedikit yang menerapkan, sudah banyak loh masyarakat yang mulai memikirkan untuk mengubah gaya hidupnya menjadi slow living.
5 Fakta Tentang Slow Living
1. Menjalani Hidup Sesuai Ritme
Slow living itu bukan berarti kamu malas dan lambat. Tapi soal menjalani hidup kamu dengan sadar. Bukan ikut deadline atau tekanan orang lain, ikuti ritme hidup sendiri. Intinya, kamu nggak perlu lari kencang terus, kamu bisa jalan pelan-pelan asal tepat, sangat mindful.
2. Anti Burnout ClubCapek nggak, sih, harus ngejar target? Nah, slow living ngajarin kita napas dulu, istirahat sejenak. Kamu bisa fokus ke hal penting yang ada di hidupmu dahulu.
3. Bukan Cuma di Desa
Banyak orang yang masih berpikir kalau slow living itu cuma buat yang tinggal di pedesaan. Padahal, kamu bisa kok menerapkan slow living di mana aja. Orang kota dengan hiruk-pikuk nya juga bisa, asal bisa jaga diri dari “kejar-kejaran dunia”.
4. Temennya Minimalis
Slow living itu temenan sama gaya hidup minimalis. Karena, slow living lebih mikirin kualitas, nggak fomo untuk beli ini itu. Lebih memprioritaskan apa yang lagi dibutuhin sama diri kamu.
5. Nggak Harus Kaya
Nggak peduli gimana status ekonomi kamu, mau besar atau kecil pendapatannya, tetap bisa loh menerapkan slow living. Justru, slow living berprinsip menjalankan hidupmu dengan sederhana. Kuncinya adalah mindset, guys.
Setelah melihat 5 fakta di atas, kamu mungkin penasaran sama dampaknya gimana? Yuk, kita lihat apa aja, sih, efek yang kita dapatkan setelah menerapkan slow living!
1. Mengurangi Kadar Stress
Dengan menjalani hidup kamu sesuai ritme, pikiran bisa jadi lebih tenang, loh. Stress dan burnout jarang datang lagi, karena kamu nggak lagi dikejar-kejar deadline, yang kadang kamu buat sendiri.
2. Momen Sederhana Jadi Berarti
Kamu bisa merasakan hidupmu jadi lebih bermakna setelah menerapkan slow living. Jalan kaki sore bisa jadi berarti. Kamu merasa hal kecil jadi makna besar, karena kamu sadar melakukannya.
3. Relasi Terjaga
Ada waktu buat ngobrol sama keluarga, teman atau siapapun yang kamu kenali. Kamu nggak terlalu sibuk dan terburu-buru, bisa bikin obrolan jadi nyambung dan pastinya hubungan tetap terjaga.
4. Dompet Aman
Karena nggak semua harus dibeli, kamu bisa beli yang perlu-perlu aja. Jadi, lebih hemat dan bisa menabung buat hal yang kamu impikan.
5. Lebih Kenal Diri Sendiri
Yang tadinya mungkin kamu nggak tahu sama apa yang kamu kejar dan impikan. Setelah menerapkan slow living, kamu jadi tahu. Kamu bisa lebih jujur sama diri kamu sendiri, speak yourself.
Slow living mengajarkan kita kalau hidup itu nggak harus cepat-cepatan. Tapi soal tahu ke mana kita mau pergi, dan menikmati langkah demi langkahnya. So, kamu udah mulai memikirkan belum buat menerapkan slow living?
Comments
Post a Comment